Jangan Pernah Berputus Asa

Dalam mengharungi dunia yg serba moden dan canggih, Hobi menyimpan ayam bangkok bukanlarr satu perkara yg pelik zaman ini, dari dulu lagi nenek moyang kita bahkan raja dulu pun ada koleksi ayam siam atau aym bangkok

Masyarakat sekarang memandang serong Hobi nir mungkin sebab pengaruh media masa yg keterlaluan mengaitkan ayam dgn unsur judi taruhan sedangkan kalau kita fikir-fikirkan setiap perkara yg melibatkan duit adalah judi juga, cuma mungkin ayam ini lebih menonjol kerana disabungkan...adatlarr Sang JUARA

Musim silih berganti, tahun berganti tahun begitu juga perkembangan ayam bangkok skrang ini, kacukan dari pelbagai gen telah melahirkan ayam-ayam yg berkualiti tinggi dari pelbagai sudut dan aspek,

akhir kata dari saya,

HOBI untuk DINIKMATI bukan di TAKUTI

Wednesday, March 23, 2011

xeron si kaki BIRU

XERON si kaki biru, merupakan induk betina yg mempunyai darah 100% saigon, mempunyai skill tolak, kilas, serong dan pukulan depan yg baik, Terkini sedang di proses bersama bapak ketip dan pukul body, diharap anaknya esok mempunyai tulang dan endurance yg baik,

NAMA : XERON
UMUR : 1.5 thn
DARAH : 100% SAIGON
ASAL : VIETNAM
SKILL : CONTROL SERONG


Macam burung ERENG pun ada


Muka pipih...Tanda ayam laju


kaki biru..sisik terusun rapi...nir smua ciri2 sisik ayam saigon


Denai..Jari tengah bengkok kedalam tanda pukul deras..

Saturday, March 12, 2011

Peluru

salah satu anak benih kat reban yg sedang di siapkan....ada masalah pada bulu leher...biler entah nak siap bulu leher nir.......ayam dah cukup lasak dan fit untuk di bawa ke gelanggang.
Jenis permainan tempur dan lock, buah stakat buah patah biasa sahaja..ia atau tidak kita tunggu dan lihat rekodnya di gelanggang nanti

NAMA : Peluru aka Pelor
UMUR : 11bulan
DARAH : MagonThai
SKILL : Tempur dan LOCK
REKOD : Tiada Tali Pinggang lagi
STATUS : Dalam Jagaan



kira Tedung larr yer nir



Susah betul nak suruh POST



Jangan tgk sangat sisik nir..yang penting ayam cukup form dan sihat


Tuesday, March 8, 2011

Festival Layang2

fuh....terlepas nak ikut pertandingan festival layang2 kat pasir gudang.....frust punya pasal aku mintak tolong atuk sedara aku buatkan wau kapal terbang...rangka dlm 90 persen lagi nak siap...
susah jugak nak buat nir..aku hanya mampu tolong tgk jer..nak raut buluh tak gheti...ada gak yang jadik kapal terbang terhempas plak nir karang....huhuhuhuh..



atuk aku kata wau camner pun janji teraju nak betul..baru naik..hmm..hmmm...



nak kena ada bakat baru menjadik....kalau aku naikkan sorang rasa tak larat...

Xegong

Xegong adalah salah satu ibu saigon mix yg ada di reban saya sekarang ini, mempunyai peratusan darah saigon begitu tinggi begitu juga dgn fizikal dan sisik kaki, mempunyai pola permainan control atas dan pukulan keras di bahagian hadapan, bulan 6 nir anak dia dah cukup umur untuk di bawa ke ring.....tunggu dan lihat saja hasilnya camner..

Nama : XEGONG
Umur : 2 Thn
Asal : JOHOR
Darah : SAIGON X THAI
SKILL : CONTROL ATAS


TENGAH JATUH BULU


RENUNGAN MANJA


SISIK KAKI TERSUSUN RAPI


DENAI HABIS...HARAP ANAK DPT YG KAKI BISA2

Wednesday, March 2, 2011

SEJARAH AYAM BANGKOK

" DI PETIK DARI SALAH SATU WEB INDONESIA "

Sejarah Ayam Bangkok, Ayam bangkok pertama kali dikenal di Cina pada 1400 SM. Ayam jenis ini selalu dikaitkan dengan kegiatan sabung ayam (adu ayam). Lama-kelamaan kegiatan sabung ayam makin meluas pada pencarian bibit-bibit petarung yang andal. Pada masa itu, bangsa Cina berhasil mengawinsilangkan ayam kampung mereka dengan beragam jenis ayam jago dari India, Vietnam, Myanmar, Thailand dan Laos.Para pencari bibit itu berusaha mendapat ayam yang sanggup meng-KO lawan cuma dengan satu kali tendangan.

Menurut catatan, sekitar seabad lalu, orang-orang Thailand berhasil menemukan jagoan baru yang disebut king’s chicken. Ayam ini punya gerakan cepat, pukulan yang mematikan dan saat bertarung otaknya jalan. Para penyabung ayam dari Cina menyebut ayam ini: leung hang qhao. Kalau di negeri sendiri, ia dikenal sebagai ayam bangkok.

Asal tahu saja, jagoan baru itu sukses menumbangkan hampir semua ayam domestik di Cina. Inilah yang mendorong orang-orang di Cina menjelajahi hutan hanya untuk mencari ayam asli yang akan disilangkan dengan ayam bangkok tadi. Harapannya, ayam silangan ini sanggup menumbangkan keperkasaan jago dari Thailand itu.
Konon, pada era enam puluhan di Laos nongol sebuah strain baru ayam aduan yang sanggup menyaingi kedigdayaan ayam bangkok. Namun setelah terjadi kawin silang yang terus-menerus maka nyaris tak diketahui lagi perbedaan antara ayam aduan dari Laos dengan ayam bangkok dari Thailand.

Di Thailand dan Laos, ada beberapa nama penyabung patut dicatat, seperti Vaj Kub, Xiong Cha Is dan kolonel Ly Xab. Pada 1975, ayam bangkok milik Vaj Kub sempat merajai Nampang, arena adu ayam yang cukup bergengsi di negeri PM Thaksin Sinawatra itu. Ayam yang bernama Bay itu merupakan salah satu hasil tangan dingin Vaj Kub dalam melatih dan mencari bibit ayam aduan yang handal.

Kedigdayaan ayam-ayam hasil ternakan Vaj Kub berhasil disaingi rekan sejawatnya dari kota Socra, Malaysia. Mereka dari negeri jiran itu mampu menelurkan parent stock atau indukan unggul. Hanya saja, pada generasi berikutn ya, Mr. Thao Chai dari Thailand berhasil menumbangkan dominasi peternak dari Malaysia. Mr. Thao memberi nama jagoan baru itu, Diamond atau Van Phet.

Thailand memang tak perlu diragukan lagi sebagai negara penghasil ayam bangkok unggul. Malahan sektor ini sudah diakui sebagai penambah devisa negeri gajah putih tersebut. Dari Thailand bisnis ayam aduan ini tak hanya merambah kawasan Asia Tenggara saja, namun meluas ke Meksiko, Inggris dan Amerika Serikat.
Ada kebiasaan yang berbeda antara sabung ayam di Thailand dan negara kita. Di Thailand, ayam yang bertarung tak diperbolehkan memakai taji atau jalu. Alhasil, ayam yang diadu itu jarang ada yang sampai mati. Kebalikannya di Indonesia, ayam aduan itu justru dibekali taji yang tajam. Taji justru menjadi senjata pembunuh lawan di arena.

Di Indonesia, hobi mengadu ayam sudah lama dikenal, kira-kira sejak dari zaman Kerajaan Majapahit. Kita juga mengenal beberapa cerita rakyat yang melegenda soal adu ayam ini, seperti cerita Ciung Wanara, Kamandaka dan Cindelaras. Cerita rakyat itu berkaitan erat dengan kisah sejarah dan petuah yang disampaikan secara turun-temurun.

Kota Tuban, Jawa Timur diyakini sebagai kota yang berperan dalam perkembangan ayam aduan. Di sini, ayam bangkok pertama kali diperkenalkan di negara kita. Tak ada keterangan yang bisa menyebutkan perihal siapa yang pertama kali mengintroduksi ayam bangkok dari Thailand.

Sebetulnya, jenis ayam aduan dari dalam negeri (lokal) tak kalah beragam, seperti ayam wareng (Madura) dan ayam kinantan (Sumatra). Namun ayam-ayam itu belum mampu untuk menyaingi kedigdayaan ayam bangkok.